banner 728x250
local  

Pengakuan Warga dan Keluarga Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta

banner 120x600

Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Jogjakarta Memicu Kekhawatiran Publik

Beberapa waktu lalu, sebuah daycare yang bernama Little Aresha di kota Yogyakarta mendadak menjadi perbincangan publik. Banyak video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pengasuh anak di tempat tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran dari warga sekitar maupun keluarga korban.

Menurut informasi yang diperoleh, kasus ini baru diketahui oleh masyarakat pada sore hari sebelumnya. Pada saat itu, aparat kepolisian melakukan penggerebekan dan menyegel daycare tersebut. Seorang warga yang tinggal di sekitar Jalan Pakel Baru Utara, Nomor 27, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja mengatakan bahwa ia tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung daycare tersebut, hanya pak RT yang diberi izin untuk masuk.

Keluarga Korban Mengungkap Pengalaman Anak yang Traumatis

Selain warga, salah satu keluarga korban, yang memiliki inisial HF, juga memberikan pernyataan terkait pengalaman putranya yang dititipkan di daycare tersebut. Anak tersebut baru berusia 3,5 tahun dan mengalami ketakutan setelah hanya satu hari berada di sana. Menurut HF, sang anak mulai menolak untuk masuk ke daycare setiap kali akan berangkat.

Menurut pengakuan ponakannya, pengasuh yang biasa dipanggil dengan sebutan “miss” terlihat tidak baik kepada anak-anak. Akibatnya, banyak anak yang merasa takut dan menolak untuk dititipkan di tempat tersebut. Awalnya, keluarga mengira hal tersebut disebabkan karena anak tersebut masih baru pertama kali masuk daycare dan membutuhkan penyesuaian. Namun, ketakutan yang dialami anak tersebut dinilai tidak wajar.

Dugaan Kekerasan dan Penelantaran Anak

Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah mereka mendengar kabar adanya dugaan kekerasan yang dialami anak-anak dan balita di daycare tersebut. HF menyampaikan bahwa ada anak yang diduga sempat diikat tangannya. Meski ponakannya tidak mengalami luka fisik, tetapi kondisi psikologisnya sudah terganggu. Akibatnya, keluarganya memutuskan untuk memindahkan anak tersebut ke tempat lain.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan penggerebekan terhadap daycare tersebut pada Jumat (24/4) sore. Tindakan ini dilakukan setelah dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di daycare tersebut mencuat di media sosial, sehingga memicu kemarahan publik secara luas.

Penjelasan dari Petugas Kepolisian

Kompol Rizky Adrian, Kasatreskrim Polresta Jogjakarta, menyatakan bahwa penggerebekan memang sudah dilakukan. Menurutnya, polisi menduga terdapat praktik perlakuan tidak layak terhadap anak-anak, termasuk tindakan diskriminatif, kekerasan, dan penelantaran. Ia menjelaskan bahwa dugaan kuat terhadap perawat daycare Little Aresha adalah memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, maupun menyuruh anak dalam situasi perlakuan salah, penelantaran, atau kekerasan terhadap anak.

Hal senada disampaikan oleh Kapolresta Jogjakarta, Kombes Eva Guna Pandia. Dia mengungkapkan bahwa penggerebekan daycare tersebut adalah bagian dari proses penegakan hukum. Saat ini, daycare tersebut sudah disegel oleh aparat kepolisian di Jogjakarta.