Penemuan Bayi Tanam Pakaian di Saluran Air
Pada hari Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 05.45 Wita, warga di Lingkungan Kiri-Kiri, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, menghebohkan dengan penemuan bayi tanpa pakaian di sebuah saluran air atau drainase. Saat ini, bayi tersebut sedang dirawat di RSUD Andi Depu. Pihak kepolisian juga telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan terkait siapa yang menjadi pelaku pembuangan bayi tersebut.
Penemuan ini berawal dari seorang warga yang baru saja pulang salat subuh dari Masjid Al-Aqsah. Saat berangkat ke masjid, ia sempat mendengar suara tangisan bayi. Namun, ia tidak terlalu memperhatikannya. Setelah pulang, suara itu masih terdengar, sehingga ia mencari sumbernya dan menemukan bayi di dalam saluran air.
Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi tanpa busana. Tubuhnya tergeletak miring di dalam saluran air. Saksi kemudian meminta bantuan warga lain untuk mengevakuasi bayi tersebut. Selanjutnya, bayi langsung dibawa ke RSUD Andi Depu untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah menerima laporan, personel Polres Polewali Mandar (Polman) segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku dan motifnya.
Polewali Mandar adalah kabupaten terbesar di Provinsi Sulawesi Barat dengan jumlah penduduk sekitar 490.000 jiwa (2024), beribu kota di Polewali. Kabupaten ini dikenal sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan budaya Mandar.
Sementara itu, bayi laki-laki yang ditemukan di saluran air pada Sabtu (25/4/2026) pagi kini dalam perawatan di RSUD Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Kondisi bayi dilaporkan masih dalam penanganan tim medis dan mendapat perawatan lanjutan di RSUD Andi Depu.
Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan akan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Saat ini bayi dalam perawatan intensif di RSUD Andi Depu. Kami masih menyelidiki untuk mengetahui siapa pelaku dan motifnya,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor ke pihak berwajib.









