Tepat Jam 09.30, Li Claudia Tepati Janji Turun Langsung ke Lokasi Depan PT Wasco
BATAM – Tepat sesuai kesepakatan, Wakil Ketua BP Batam Li Claudia Chandra tiba di lokasi penertiban warung depan PT Wasco, Tanjung Uncang, pada Kamis (30/4/2026) pukul 09.30 WIB. Kedatangan yang dinanti-nanti itu membawa kabar gembira, hingga air mata bahagia tak tertahan mengalir di pipi para pedagang yang selama ini hidup dalam ketidakpastian.
Kedatangan pejabat tersebut disambut dengan antusias luar biasa oleh rombongan asosiasi pedagang yang dikomandoi langsung oleh Andi, sejaligus Ketua LSM Bahtera DPP Kepri. Turut hadir mendampingi, Kepala Satpol PP Imam Tohari serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Di bawah rindangnya pepohonan, suasana yang semula diwarnai kekhawatiran berubah menjadi hangat dan penuh harapan.
Setelah mengecek kondisi lapangan dan memastikan status kepemilikan lahan yang ternyata merupakan area ROW jalan milik pemerintah, Li Claudia menyampaikan keputusan yang telah lama ditunggu-tunggu.
“Lahan ini milik pemerintah, jadi boleh dimanfaatkan kembali. Nanti akan kita tata rapi dan teratur, asalkan dijaga kebersihannya serta tidak mengganggu arus lalu lintas. Saya tidak mau rakyat menjadi susah,” tegasnya.
Begitu mendengar pernyataan itu, sorak kegembiraan langsung bergema di lokasi. Banyak di antara para pedagang yang tak mampu menahan perasaan haru, air mata bahagia menetes sebagai bukti rasa syukur yang mendalam.
Salah satu pedagang, Arjono Nenggolan, menyampaikan pujian yang mengalir penuh semangat dan rasa hormat. “Bu Li Claudia ini bukan sekadar pejabat, tapi beliau adalah malaikat penolong yang turun ke tengah kami! Beliau buktikan bahwa pemerintah itu ada untuk rakyat, bukan sebaliknya. Di saat kami sudah putus asa dan merasa tak ada yang peduli, beliau datang membawa cahaya harapan. Kalau semua pejabat punya hati mulia dan komitmen sebesar beliau, niscaya rakyat tak akan pernah susah seperti ini. Kami bersumpah akan menjaga amanah ini sebaik-baiknya, karena apa yang beliau berikan bukan sekadar tempat berjualan, tapi nyawa dan masa depan keluarga kami!” seru Arjono dengan suara bergetar karena haru.
Andi pun turut menyampaikan rasa terima kasih mewakili seluruh rekan-rekannya. “Kami tidak menyangka janji ini benar-benar ditepati, bahkan datang tepat waktu. Air mata ini bukan karena sedih, tapi karena kami merasa sangat diperhatikan dan dihargai sebagai warga negara. Terima kasih banyak Ibu Li Claudia, kini kami kembali punya tempat yang layak untuk mencari nafkah dan membesarkan keluarga,” ujarnya.
Para pedagang secara bulat menegaskan kesiapan penuh untuk bekerja sama mengikuti seluruh aturan penataan yang akan diterapkan. Bagi mereka, kepastian yang diberikan ini jauh lebih berharga daripada sekadar tempat usaha—ini adalah kembalinya hak mereka untuk hidup dan berusaha dengan tenang tanpa lagi dihantui rasa khawatir.
( Tim Red )
















