banner 728x250
Batam  

Bangun Jembatan Perdamaian: Pedagang Depan PT Wasco, Mahasiswa, dan LSM Bahtera Duduk Satu Meja

banner 120x600

BATAM – Suasana hangat, kekeluargaan, dan penuh keakraban menyelimuti pertemuan strategis antara para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di depan PT Wasco, perwakilan mahasiswa, serta jajaran LSM Bahtera Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Kepulauan Riau. Pertemuan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 17.30 WIB di Kedai Kopi Sp0.

Momen silaturahmi ini menjadi titik balik sekaligus sarana meluruskan berbagai kesalahpahaman yang sempat mengemuka selama proses perjuangan menegakkan keadilan bagi para pedagang.

Sepanjang proses pengawalan aspirasi, memang tak terelakkan adanya dinamika dan perbedaan sudut pandang di antara para pihak. Namun, dalam pertemuan ini, kesadaran untuk menjaga persatuan diutamakan di atas segalanya. Suasana berlangsung sangat santai, akrab, dan kerap diwarnai canda tawa yang mencairkan ketegangan.

Senyum lega dan sumringah tampak jelas terpancar dari wajah para ibu pedagang yang hadir. Mereka menyambut baik langkah ini sebagai awal yang positif untuk menyatukan kembali hati, memperkuat kebersamaan, dan menutup rapat segala kesalahpahaman yang sempat memisahkan.

Persaudaraan di Atas Perbedaan

Ketua LSM Bahtera DPP Kepri, Andi, dalam keterangannya menegaskan bahwa dalam membela kepentingan masyarakat, prinsip persaudaraan, rasa hormat, dan komunikasi yang sehat harus tetap menjadi fondasi utama.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar dalam sebuah perjuangan. Namun, jangan sampai hal itu memutus tali silaturahmi yang sudah terjalin. Tujuan kita tidak pernah berubah, yaitu mencari solusi terbaik dan memperjuangkan hak-hak masyarakat secara bermartabat,” tegas Andi.

Sinergi Damai dalam Koridor Hukum

Nada senada juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa. Mereka menekankan bahwa kolaborasi harmonis antara masyarakat, elemen pemuda/mahasiswa, dan lembaga sosial adalah kunci agar setiap aspirasi dapat diperjuangkan secara objektif, damai, dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Pertemuan ini ditandai sebagai awal yang cerah untuk membangun kembali kepercayaan yang sempat terguncang serta memperkokoh solidaritas kolektif dalam mendampingi dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para pedagang di kawasan PT Wasco.

Silaturahmi yang terjalin bukan sekadar simbol perdamaian semata, melainkan bukti nyata bahwa setiap persoalan rumit dapat diselesaikan melalui dialog terbuka, sikap saling menghargai, dan semangat kebersamaan. Dengan suasana baru ini, perjuangan mencari keadilan dapat terus berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan persaudaraan yang telah terbangun.

( Red )