banner 728x250

Li Claudia turun langsung, siapkan solusi penataan pedagang depan PT Wasco Dua skema solusi ditawarkan, disesuaikan status kepemilikan lahan

banner 120x600

Bahteramedianusantara.com – Batam,  Wakil Ketua BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung merespons polemik penertiban yang menimpa puluhan pedagang kaki lima di depan kawasan PT Wasco pada Rabu (29/4/2026). Kedatangannya menjadi titik terang baru setelah sebelumnya aksi penggusuran tersebut menuai kecaman luas karena dinilai tidak manusiawi dan tanpa prosedur yang jelas.

Rombongan pedagang yang dikomandoi oleh Andi diterima dengan baik dan diberikan ruang dialog yang terbuka. Turut hadir mendampingi pertemuan tersebut adalah Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, yang juga mendengarkan secara langsung seluruh keluhan dan aspirasi yang disampaikan.

Ketua DPP Kepri LSM Bahtera yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pedagang menyampaikan apresiasi atas sikap yang ditunjukkan. “Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Li Claudia yang telah menerima kami dengan baik dan membuka ruang diskusi. Ini menunjukkan adanya kepedulian nyata dari pemerintah terhadap nasib masyarakat kecil,” ujarnya.

Cek lokasi dan dua skema solusi

Dalam pertemuan tersebut, Li Claudia menegaskan komitmennya untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan. “Besok Kamis 30 april 2026 kita cek langsung ke lokasi penggusuran di depan PT Wasco,” tegasnya.

Bukan hanya berjanji meninjau, ia juga telah menyiapkan dua skema penyelesaian yang akan diterapkan sesuai dengan status kepemilikan lahan yang ditempati:

✅ Jika berada di milik pemerintah (ROW jalan)
Pedagang tetap diizinkan beraktivitas, namun akan dilakukan penataan ulang agar lebih rapi dan tertib. “Kalau memang di area ROW jalan, kios-kios akan kita tata sedemikian rupa, dengan syarat utama tidak ada sampah yang berserakan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

✅ Jika masuk wilayah milik perusahaan
Apabila terbukti lahan tersebut adalah aset PT Sigma Aurora Properti, maka BP Batam akan menjadi fasilitator untuk berkomunikasi dengan manajemen perusahaan. “Saya akan panggil langsung pimpinan PT Sigma untuk meminta izin, agar pedagang bisa tetap berjualan sementara waktu sebelum lahannya digunakan untuk pembangunan,” tambahnya.

Pedagang siap kooperatif

Sebagai bentuk kesepahaman bersama, para pedagang juga telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti aturan yang disepakati. “Jika nantinya perusahaan sudah mulai mengembangkan lahannya dan membutuhkan tempat tersebut, kami siap untuk undur diri dan pindah ke lokasi lain,” ungkap Andi menyampaikan komitmen rekannya.

Kesepakatan ini menjadi jembatan solusi yang dinilai adil bagi semua pihak, tanpa harus mengorbankan hak dan kebutuhan satu sama lain.

Harapan nyata, bukan sekadar janji

Kini para pedagang menaruh harapan besar agar rencana dan skema yang telah ditawarkan benar-benar diwujudkan. Bagi mereka, langkah yang diambil Li Claudia menjadi bukti bahwa penertiban tidak harus selalu identik dengan pengusiran total, namun bisa dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi dan tetap menghadirkan solusi.

Publik pun kini menanti hasil peninjauan lapangan yang dijadwalkan, sekaligus melihat bagaimana skema penataan ini berjalan di lapangan.