banner 728x250
Batam  

Amsakar-Li Claudia Perluas Beasiswa Batam untuk Anak Hinterland dan Keluarga Tidak Mampu

banner 120x600

Batam — Pemerintah Kota Batam secara resmi melakukan transformasi terhadap program bantuan pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah dengan memperluas cakupan penerima manfaat ke dalam tiga kategori utama, yaitu Beasiswa Berprestasi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Beasiswa Tidak Mampu jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Beasiswa Hinterland yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra.

Program strategis ini disosialisasikan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam tentang Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu, dan Hinterland yang berlangsung di Crown Vista Hotel Batam, Sekupang, pada Senin, 18 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa perluasan dan pembaruan skema beasiswa ini merupakan bagian dari perubahan arah kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Batam kini lebih memfokuskan perhatian dan anggarannya pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai modal utama kemajuan daerah.

“Kami bersama Ibu Wakil Wali Kota melakukan diskusi yang sangat serius saat menyusun visi dan misi daerah. Dari 15 program prioritas yang kami rancang, esensi utamanya adalah menggeser paradigma pembangunan. Jika sebelumnya pembangunan lebih berorientasi pada infrastruktur fisik, maka sekarang kami berfokus pada pembangunan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Amsakar.

Sementara itu, di lokasi berbeda, Ketua LSM Bahtera DPP Kepri, Andi, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Pemerintah Kota Batam tersebut. Menurutnya, kebijakan perluasan cakupan beasiswa ini adalah langkah yang sangat tepat dan menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh warga, tanpa terkecuali mereka yang tinggal di wilayah pinggiran atau daerah hinterland.

“Kami menilai kebijakan ini sangat progresif. Selama ini, anak-anak dari wilayah hinterland atau keluarga yang kurang mampu sering kali harus mengubur cita-cita pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya dan akses. Kini, dengan adanya skema khusus ini, kesempatan yang sama akhirnya terbuka lebar. Ini adalah investasi jangka panjang terbaik bagi Batam, karena sumber daya manusia yang berkualitas adalah kunci kemajuan sebuah daerah,” ungkap Andi.

Ia juga berharap program ini dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak menerima. Andi menambahkan, langkah menggeser fokus pembangunan dari fisik ke penguatan SDM adalah keputusan berani yang harus didukung seluruh elemen masyarakat, karena pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas, berintegritas, dan mampu bersaing di masa depan.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap anak muda di Batam, baik yang memiliki prestasi akademik tinggi, yang berasal dari keluarga kurang mampu, maupun yang bertempat tinggal di wilayah pinggiran atau daerah hinterland, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi. Harapannya, melalui dukungan beasiswa ini, akan lahir generasi penerus yang cerdas, terampil, dan mampu bersaing, serta turut berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Batam di masa depan.( Red )