banner 728x250
Batam  

Pemko Batam Siapkan Strategi Baru Pengelolaan Sampah, Fokus pada Solusi Jangka Panjang

banner 120x600

Batam — Pemerintah Kota Batam terus mempertegas komitmennya dalam membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Langkah konkret yang dilakukan adalah menyusun strategi tata kelola persampahan berbasis kajian ilmiah, yang disusun bekerja sama dengan Pusat Kajian Teknologi Lingkungan atau Center for Environmental Technology Study (CETS) dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan Penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam. Acara berlangsung di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, pada Senin, 18 Mei 2026.

Turut hadir dalam pertemuan penting ini Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, beserta seluruh pimpinan perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Batam. Kehadiran unsur pimpinan dari tingkat kota hingga kelurahan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti hasil kajian tersebut hingga ke tingkat pelaksanaan di lapangan.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan langkah sementara, melainkan membutuhkan perencanaan strategis yang matang. Menurutnya, kebijakan pengelolaan sampah harus dibangun di atas dasar analisis yang cermat dan rekomendasi para ahli, agar solusi yang dihasilkan efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan penyelesaian jangka panjang.

“Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan yang kami ambil harus dibangun melalui analisis yang mendalam, sehingga persoalan sampah ini dapat teratasi secara berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi lingkungan serta kenyamanan warga,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Naning Herawati, seorang aktivis lingkungan yang turut memantau perkembangan penanganan sampah di Batam, menilai langkah pemerintah ini sebagai terobosan yang sangat ditunggu. Menurutnya, pendekatan berbasis kajian ilmiah dan data akurat adalah cara paling tepat untuk mengubah pola penanganan yang selama ini sering dianggap belum tuntas.

“Selama ini kita sering melihat penanganan sampah lebih bersifat pemadaman kebakaran atau sekadar membersihkan tumpukan yang sudah menggunung, tanpa menyentuh akar masalahnya. Pendekatan baru yang berbasis riset dan rekomendasi pakar ini adalah langkah maju yang sangat baik. Artinya, pemerintah sudah mulai berpikir sistemik, bukan lagi parsial,” ungkap Naning.

Ia berharap strategi yang disusun nantinya tidak hanya berhenti pada perbaikan sistem pengangkutan saja, tetapi juga menyasar aspek pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, hingga pemanfaatan kembali sampah menjadi bernilai ekonomi. Naning juga mengingatkan agar masyarakat dilibatkan secara aktif dalam strategi baru ini, karena keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi warga.

“Kami berharap hasil kajian ini benar-benar diterapkan secara konsisten dan transparan. Jangan sampai hanya menjadi dokumen semata. Keterlibatan masyarakat juga harus masuk ke dalam rancangan strategi ini, karena bagaimanapun juga, sampah adalah masalah kita bersama. Jika sistemnya sudah benar dan partisipasi warga tinggi, Batam pasti bisa bersih dan nyaman,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan Batam akan memiliki peta jalan pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan, mencakup aspek pengurangan timbulan sampah, sistem pengangkutan yang lebih teratur, hingga penanganan akhir yang memenuhi standar lingkungan hidup.( Red )