banner 728x250
Batam  

Evaluasi Zona Integritas: Lapas Batam Siap Wujudkan Birokrasi Bersih dan Pelayanan Prima

banner 120x600

Batam – Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta memberikan pelayanan publik yang prima dan berintegritas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menjalani proses penilaian dan evaluasi mendalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Selasa (12/5/2026), dihadiri langsung oleh Tim Penilai Internal Tim 9 dari Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI.

Kedatangan tim penilai dari pusat ini disambut hangat sekaligus penuh kesiapan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batam, Yosafat Rizanto, didampingi seluruh jajaran pimpinan, pejabat struktural, serta Tim Pembangunan Zona Integritas Lapas Batam. Evaluasi ini menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana implementasi reformasi birokrasi telah berjalan, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan, penguatan akuntabilitas kinerja, penegakan budaya anti-gratifikasi, serta pembentukan budaya kerja yang beretika dan berdedikasi tinggi di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam sambutan pembuka dan paparan materi yang disampaikan, Yosafat Rizanto menegaskan tekad kuat seluruh elemen di Lapas Batam bahwa pembangunan Zona Integritas dan pencapaian predikat WBBM bukanlah sekadar pemenuhan administrasi, pemenuhan dokumen, atau seremonial belaka. Lebih dari itu, perubahan ini harus tertanam menjadi nilai dasar dan budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam setiap pelayanan maupun pelaksanaan tugas sehari-hari, baik kepada masyarakat umum maupun warga binaan pemasyarakatan.

“Seluruh jajaran Lapas Batam terus berupaya dan berkomitmen penuh untuk senantiasa menghadirkan pelayanan yang transparan, cepat, mudah diakses, dan humanis. Penilaian ini menjadi cambuk dan motivasi terbesar bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Salah satu bukti nyata keseriusan kami tercermin dari tujuh inovasi pelayanan unggulan yang telah kami luncurkan dan jalankan secara efektif,” tegas Yosafat Rizanto di hadapan tim penilai.

Sebagai bentuk konkret inovasi dan terobosan dalam memudahkan pelayanan serta pembinaan, Lapas Batam telah meluncurkan 7 Program Unggulan yang terintegrasi dan berbasis teknologi maupun pemberdayaan, meliputi: SLIR (Sistem Layanan Informasi Rutin), Informasi Digital, Si-Mael (Sistem Informasi Manajemen Elektronik), Pengaduan Berbasis Whatsapp, Biogas, Si Omega, dan E-Trolling. Ketujuh inovasi ini dirancang khusus untuk memangkas birokrasi, mempercepat akses informasi, membuka jalur pengaduan yang responsif, hingga mendukung program lingkungan hidup dan pembinaan kemandirian warga binaan.

Proses penilaian berlangsung secara komprehensif dan mendetail. Tidak hanya berhenti pada pemaparan dokumen dan laporan, tim penilai juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan dengan metode survei dan pengecekan fasilitas secara virtual, mengelilingi seluruh titik layanan utama, ruang publik, hingga fasilitas pembinaan di dalam lingkungan Lapas Batam.

Fokus utama evaluasi diarahkan pada penilaian enam area perubahan strategis dalam pembangunan Zona Integritas, yaitu: manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam setiap aspek tersebut, tim penilai menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi, solusi yang diterapkan, hingga dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat pengguna layanan.

Seluruh rangkaian kegiatan penilaian berlangsung dalam suasana yang kondusif, lancar, dan penuh semangat kolaborasi. Diskusi berjalan aktif dan konstruktif, di mana tim penilai memberikan masukan, catatan, dan arahan strategis agar Lapas Batam semakin matang dalam mempersiapkan segala persyaratan menuju predikat WBBM.

Melalui proses evaluasi ini, diharapkan semakin mengokohkan komitmen seluruh jajaran Lapas Batam untuk terus bertransformasi menjadi institusi pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, transparan, serta berintegritas tinggi. Langkah ini menjadi modal kuat bagi Lapas Batam untuk membuktikan diri layak menyandang predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program reformasi birokrasi di lingkungan Kemenimipas RI secara nasional.

(Tim Red)