banner 728x250

Emas 1,3 Kg Ditemukan di Bandara Gorontalo dalam Dua Koper

banner 120x600

Penemuan Emas di Bandara Djalaluddin Gorontalo

Petugas Avsec (Aviation Security) di Bandara Djalaluddin Gorontalo kembali berhasil menemukan logam emas yang coba diselundupkan ke luar daerah. Kali ini, emas seberat 1,3 kilogram nyaris lolos pemeriksaan saat calon penumpang melakukan proses boarding. Temuan tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 13.40 Wita.

Temuan bermula saat petugas Avsec melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-ray di area Passenger Security Check Point (PSCP). Hasil pemindaian menunjukkan adanya indikasi aneh pada dua koper bagasi kabin. Dua koper tersebut diketahui dibawa oleh dua orang calon penumpang pesawat Lion Air JT 793 dengan rute Gorontalo–Makassar–Jakarta.

Setelah ditemukan, petugas Avsec langsung melakukan pemeriksaan lanjutan secara manual di ruang khusus. Proses pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan pemilik barang dan petugas kepolisian. Dari hasil awal pemeriksaan, ditemukan sebanyak 20 buah logam emas dan perhiasan dengan berbagai ukuran.

Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, menjelaskan bahwa informasi awal dari pemilik barang menyebutkan bahwa berat logam emas dalam dua koper tersebut masing-masing sekitar 500 gram dan 800 gram. Setelah itu, pihak bandara menyerahkan barang bukti kepada aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Penyelundupan Emas Sebelumnya

Sebelumnya, pada Sabtu (28/3/2026), penyelundupan emas batangan seberat sekitar 1 kilogram juga berhasil digagalkan di Bandara Djalaluddin. Emas tersebut disamarkan dalam kiriman kue kering dan rencananya akan dikirim ke luar daerah melalui jalur udara.

Penyidik dari Satreskrim Polres Gorontalo, AKP Andrean Pratama, mengatakan bahwa kasus ini telah memasuki tahap penyidikan. Dari hasil penimbangan di Pegadaian, total berat emas yang diamankan mencapai 1.000,04 gram atau sekitar 1 kg. Emas tersebut terdiri dari lima keping dengan rincian berat masing-masing 0,12 gram, 95,16 gram, 146,17 gram, 3,68 gram, dan 754,91 gram.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Avsec saat melakukan pemeriksaan rutin melalui mesin X-ray di gedung kargo. Berdasarkan dokumen Surat Muatan Udara (SMU), paket tersebut tercatat sebagai kiriman kue kering. Namun, hasil pemindaian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara isi barang dan dokumen pengiriman.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual dengan membuka satu kardus berisi lima kaleng biskuit. Dalam salah satu kaleng yang mencurigakan, ditemukan lima keping emas yang dibungkus plastik dan disatukan bersama biskuit. Sementara empat kaleng lainnya tidak terdeteksi mengandung logam.

Paket tersebut dikirim oleh perorangan menggunakan layanan pengiriman port to port dan rencananya akan diberangkatkan melalui pesawat Lion Air JT 793 dengan rute Gorontalo–Makassar–Jakarta pada pukul 14.50 Wita.

Atas temuan tersebut, pihak bandara langsung melakukan penyitaan dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Barang bukti kemudian diserahkan kepada Satreskrim Polres Gorontalo untuk proses hukum lebih lanjut.

Upaya Peningkatan Keamanan di Bandara

Dari dua kejadian penyelundupan emas yang terjadi dalam waktu dekat, dapat dilihat betapa pentingnya keamanan di bandara. Petugas Avsec dan kepolisian bekerja sama untuk memastikan tidak ada barang ilegal yang melewati proses pemeriksaan. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan seluruh penumpang serta barang bawaan mereka.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap waspada dan tidak mencoba menyelundupkan barang ilegal. Tindakan seperti ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan penerbangan. Dengan kerja sama antara pihak bandara, petugas kepolisian, dan masyarakat, diharapkan kejadian penyelundupan bisa diminimalisir dan keamanan di bandara tetap terjaga.