banner 728x250
Batam  

Apel Sabuk Kamtibmas 2026: 500 Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Keamanan Batam

banner 120x600

Batam, 22 Juni 2026 – Aula Wicaksana Laghawa Lantai 2 Polresta Barelang menjadi saksi persatuan kekuatan pengamanan. Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 digelar pagi ini, Senin (22/6) pukul 08.00 WIB, dipimpin langsung Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta lintas unsur.

Acara berada di bawah tanggung jawab Kasat Binmas AKP Betty Novia, S.Sos., M.H. Turut hadir Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, para Pejabat Utama, Kapolsek se‑kota, serta unsur Satbinmas, Satlantas, dan Satintelkam.

Kehadiran masyarakat sangat beragam: Senkom Mitra Polri, petugas Satkamling, unsur Sabuk Kamtibmas dari sembilan kecamatan, Driver Online Srikandi, GP Ansor, perwakilan buruh, hingga Saka Bhayangkara.

Susunan petugas apel pun jelas. Selain Kapolresta selaku pimpinan, Kasat Binmas menjabat perwira apel, sedangkan Wakasat Binmas AKP Gunawan bertindak selaku komandan pasukan.

Rangkaian diawali persiapan dan penghormatan. Dilanjutkan laporan kesiapan pasukan, lalu pembacaan Deklarasi Sabuk Kamtibmas oleh perwakilan lintas unsur masyarakat.

Momen ini menjadi bukti kesepakatan bersama. Seluruh elemen berikrar menjaga ketertiban dan menolak segala bentuk gangguan keamanan.

Dalam amanatnya, Kapolresta menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. “Ini bukan sekadar barisan, melainkan bukti komitmen kolektif menjaga kota,” ujarnya tegas.

Tema yang diusung tahun ini: “Jaga Kota Batam Untuk Indonesia”. Semangat ini selaras dengan langkah menuju visi Indonesia Emas 2045 yang aman dan berdaya.

Peserta juga diingatkan peran nyata. Masyarakat diminta menjadi teladan ketertiban, menolak hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang memecah belah.

Penyelesaian masalah pun disarankan lewat jalan damai. Musyawarah menjadi kunci, sementara Satkamling dan Sabuk Kamtibmas harus terus diaktifkan di setiap lingkungan.

Poin penting lain disampaikan: keamanan bukan monopoli polisi. Keberhasilan menjaga Batam mutlak butuh gotong royong warga dari berbagai latar belakang.

Sinergi yang terjalin diharapkan berlanjut ke lapangan. Elemen masyarakat diharapkan menjadi mata‑telinga sekaligus penggerak keamanan di tempat tinggal masing‑masing.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto penuh kebersamaan. Suasana berjalan khidmat, aman, dan penuh semangat pengabdian.

Sebagai penutup, warga kembali diingatkan layanan darurat. Segala gangguan dapat dilaporkan lewat nomor 110 yang aktif 24 jam bebas biaya. Polri siap merespons cepat dan humanis.

( SR )