banner 728x250
Batam  

Minim Transparansi, Proyek Drainase Makam Pahlawan–RS Graha Hermine Senilai Rp5,2 Miliar Disorot LSM Bahtera

banner 120x600

Batam, Rabu (22/7/2026) – Pembangunan saluran drainase sepanjang ruas jalan dari kawasan Makam Pahlawan menuju RS Graha Hermine terus berjalan memasuki tahap konstruksi. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, para pekerja saat ini tengah sibuk melakukan pemasangan besi tulangan sebagai persiapan tahap pengecoran saluran beton yang nantinya akan terintegrasi dengan jaringan box culvert yang telah terpasang sebelumnya.

Berdasarkan data yang tercantum di papan informasi proyek, pekerjaan ini merupakan program unggulan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. Proyek ini digulirkan dengan nilai kontrak mencapai Rp5.209.303.840 yang bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2026. Ditargetkan rampung dalam kurun waktu 180 hari kalender, pelaksanaan pekerjaan ini dipercayakan kepada PT Martua Sukses Abadi sebagai kontraktor utama, sementara pengawasan teknis diamanahkan kepada CV Buhara Persada.

Meski aktivitas fisik pembangunan terlihat berjalan lancar di lokasi, satu aspek krusial justru dinilai mencolok ketidakhadirannya. Papan informasi proyek yang seharusnya menjadi sumber data terbuka bagi masyarakat, sama sekali tidak mencantumkan rincian volume teknis pekerjaan. Data dasar seperti panjang total saluran, lebar, maupun kedalaman drainase yang akan dibangun tidak tercantum secara jelas. Ketiadaan informasi mendasar ini dinilai menghambat hak publik dalam melaksanakan fungsi pengawasan mandiri terhadap kualitas dan kesesuaian pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh uang rakyat.

Selain masalah keterbukaan informasi, pengamatan di lapangan juga menemukan adanya genangan air yang masih menggenang di sekitar area galian terbuka. Kondisi lingkungan yang demikian menuntut kewaspadaan dan pengawasan ekstra dari pihak pengawas agar kualitas konstruksi beton tetap terjaga optimal dan tidak mengalami penurunan mutu akibat faktor kelembapan selama proses pengerjaan berlangsung.

Merespons temuan tersebut, Ketua LSM Bahtera DPP Kepri, Andi, menyampaikan kritik tajam namun konstruktif atas ketidakjelasan data yang disajikan di papan proyek.

“Kami sangat mendukung upaya pembangunan drainase ini karena infrastruktur ini memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Namun, dukungan jangan diartikan menutup mata terhadap prinsip transparansi. Proyek senilai lebih dari Rp5 miliar yang menggunakan uang rakyat sudah seharusnya memberikan informasi yang lengkap, jelas, dan terbuka di lokasi. Mengapa data volume pekerjaan—mulai dari panjang, lebar, hingga kedalaman—tidak dicantumkan secara rinci? Masyarakat berhak tahu secara pasti apa yang sedang dibangun dan sejauh mana progresnya berjalan sesuai rencana,” tegas Andi saat ditemui di lokasi, Rabu siang.

Andi pun meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air selaku pemilik program, didukung penuh oleh konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana, untuk segera membuka data spesifikasi teknis dan rincian volume pekerjaan secara terbuka. Langkah ini dianggap sangat mendesak guna meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait kualitas dan sasaran proyek.

“Perlu dipahami bersama, transparansi dalam setiap tahapan pembangunan bukan sekadar formalitas administrasi semata. Setiap rupiah yang dibelanjakan berasal dari kontribusi masyarakat, sehingga pelaksanaannya wajib dapat diawasi secara terbuka. LSM Bahtera DPP Kepri berkomitmen kuat untuk terus mengawal proyek ini dari awal hingga selesai. Jika di kemudian hari ditemukan indikasi pelaksanaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, atau ada potensi kerugian keuangan negara, kami tidak akan ragu melaporkan hal ini kepada Inspektorat, BPK, BPKP, maupun aparat penegak hukum untuk ditindak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” tandasnya dengan nada berapi-api dan tegas.

Lebih lanjut, LSM Bahtera mendesak pihak konsultan pengawas untuk menjelaskan secara publik mengenai dimensi pasti saluran yang dibangun, metode penanganan teknis di area yang masih tergenang air, serta memberikan jaminan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berjalan sejalan dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, dan jadwal waktu yang telah disepakati dalam dokumen kontrak.

Masyarakat di sekitar lokasi sangat berharap proyek strategis ini tidak hanya tuntas tepat waktu, tetapi juga dibangun dengan standar kualitas terbaik agar mampu mengatasi persoalan genangan air dan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga di kawasan Makam Pahlawan hingga RS Graha Hermine. Keterbukaan informasi serta akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat dinilai menjadi kunci utama agar setiap rupiah dana daerah yang dikelola benar-benar berbalik menjadi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Batam.

( Red )