Batam bahteramedianusantara.com. Senin 11 mei 2026. Di tengah deburan ombak dan semilir angin pantai Barelang, Ketua LSM Bahtera DPP Kepri, M. Andi Jaya, S.H. tampak tenang duduk bersantai menikmati secangkir kopi hangat di sebuah gubuk sederhana. Jauh dari hiruk-pikuk kemegahan pusat kota, tempat ini menjadi ruang sunyi bagi dirinya untuk merenungi makna kehidupan sekaligus merangkai harapan bagi masa depan Kota Batam.
Bagi Andi Jaya, kemewahan bukanlah tolak ukur kebahagiaan atau kebesaran cita-cita. Justru dari kesederhanaan inilah ia menemukan kekuatan dan inspirasi untuk terus berjuang.
“Kadang hidup ini cukup duduk tenang, menikmati kopi, melihat laut, lalu berpikir bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Kebahagiaan sejati ada pada rasa syukur dan keinginan untuk berbagi,” ungkapnya dengan santai namun penuh makna.
Pembangunan Harus Berpihak pada Si Kecil
Di sela obrolan akrabnya dengan suasana pesisir, Andi Jaya menumpahkan keprihatinannya menyikapi laju pembangunan Kota Batam yang kian pesat. Menurutnya, kemajuan kota tidak boleh hanya dinilai dari menjulangnya gedung pencakar langit atau masuknya modal investasi semata. Kemajuan sejati adalah ketika seluruh lapisan warga turut menikmati kesejahteraan tersebut.
Ia mengingatkan Pemerintah dan seluruh Pemangku Kepentingan agar senantiasa mengingat keberadaan Nelayan, Pedagang Kecil, Buruh Harian, dan Masyarakat Ekonomi Lemah. Menurutnya, merekalah pilar nyata yang membangun Batam dari nol hingga menjadi kota besar seperti saat ini.
“Kita tidak menolak pembangunan, namun rakyat kecil juga berhak memiliki Ruang Hidup. Jangan sampai ketika modal besar masuk, warga kecil justru tergusur dan kehilangan sumber penghidupan. Pembangunan Tanpa Hati Nurani hanyalah penindasan yang berkedok kemajuan,” tegas Andi Jaya dengan nada berapi-api.
Perjuangan Membela Rakyat Adalah Tanggung Jawab Moral
Sebagai tokoh masyarakat asli daerah, Andi Jaya menegaskan bahwa kiprahnya membela warga kecil bukanlah sekadar pencitraan atau ambisi kekuasaan. Bagi dirinya, berdiri di barisan terdepan melindungi nasib rakyat kecil adalah sebuah Tanggung Jawab Moral.
Ia sangat memahami betapa beratnya perjuangan warga kecil yang harus bekerja keras mulai fajar hingga petang demi sekadar menghidupi istri dan anak-anak di rumah.
“Mereka berjuang dengan keringat sendiri demi sesuap nasi. Yang mereka butuhkan adalah Perlindungan, bukan Tekanan atau Penindasan. Mari kita menjadi pelindung bagi mereka yang lemah,” ujarnya penuh empati.
Menutup renungannya di pinggir pantai Barelang sore itu, Andi Jaya berpesan agar Batam senantiasa tumbuh menjadi kota yang Berkemajuan namun Tetap Berperikemanusiaan. Sebuah tempat tinggal yang nyaman bagi pengusaha besar sekaligus menjadi tempat berlindung yang aman bagi kaum kecil dan lemah.
(Tim Red)
















