banner 728x250
Batam  

Dukungan Regulasi Pusat & Investasi Teknologi Global Kukuhkan Posisi Batam, Amsakar: Jaga Iklim Kondusif Agar Manfaat Dirasakan Warga

Proyek GPU Nvidia–Firmus Technologies siap beroperasi awal 2027, IPM Batam tertinggi se-Kepri dan masuk 5 besar Sumatera

banner 120x600

Batam – Posisi strategis Batam yang berhadapan langsung dengan Singapura kini semakin kokoh didukung payung regulasi khusus dari pemerintah pusat. Hal ini menjadikan Batam semakin menonjol sebagai destinasi investasi berdaya saing tinggi di kawasan ASEAN, bahkan mulai dilirik sebagai pusat pengembangan teknologi masa depan.

Bukti nyata kepercayaan dunia terlihat dari rencana investasi strategis Firmus Technologies Australia bermitra dengan raksasa teknologi global Nvidia. Kemitraan ini dirancang untuk membangun fasilitas produksi Unit Pemrosesan Grafis (GPU) di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada triwulan I tahun 2027. Langkah ini sekaligus mengubah wajah investasi Batam yang selama ini identik dengan industri dasar, kini melangkah tegas ke sektor teknologi bernilai tambah tinggi.

Melihat peluang emas ini, Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad mengeluarkan seruan tegas kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Ia meminta semua pihak berhenti menyebarkan narasi negatif dan mulai bersama-sama membangun citra Batam sebagai kota yang aman, tertib, dan ramah investasi.

“Jangan sampai kita sendiri yang merusak peluang besar ini. Mari kita jaga bersama iklim kondusif. Kepercayaan investor mahal harganya, dan manfaatnya nanti akan kembali untuk kesejahteraan kita semua,” tegas Amsakar.

Data pencapaian pembangunan juga membuktikan Batam berada di jalur yang benar. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam tercatat mencapai 83,8—angka tertinggi di seluruh Provinsi Kepulauan Riau dan bahkan masuk jajaran lima besar tertinggi se-Pulau Sumatera. Capaian ini adalah bukti nyata peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan taraf hidup masyarakat yang terus membaik.

Sektor riil pun tetap menjadi penopang kuat. Sektor manufaktur menyumbang 52–56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Lebih jauh lagi, perekonomian Batam menopang 62–68 persen dari total perekonomian seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Angka ini menegaskan betapa vitalnya peran Batam bagi kemajuan daerah sekitar.

“Seluruh data dan perkembangan ini membuktikan arah pembangunan kita tepat sasaran. Mari kita perkuat kolaborasi, tinggalkan perbedaan, dan fokus bekerja agar Batam semakin maju, berdaya saing kelas dunia, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” pungkas Amsakar.

( Riris )