banner 728x250
Batam  

Ketum LSM Bahtera temui Li Claudia Chandra, soroti penimbunan mangrove dan keluhan truk PT SIB

Komitmen sinergi terbuka, BP Batam janji kaji dampak lingkungan dan tegakkan aturan keselamatan

banner 120x600

Batam – Ketua Umum LSM Bahtera DPP Kepulauan Riau, Andi, didampingi jajaran pengurus, melaksanakan silaturahmi dan penyampaian aspirasi langsung kepada Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pertemuan yang berlangsung terbuka dan penuh dialog ini turut dihadiri Direktur Lahan BP Batam, Arlas Buana, Senin (27/7/2026).

Di tengah suasana santai namun serius, LSM Bahtera menyampaikan dua isu krusial yang kini menjadi keresahan masyarakat luas: aktivitas penimbunan kawasan mangrove yang diduga mengubah fungsi lahan, serta gangguan keamanan dan kenyamanan akibat operasional truk pengangkut material milik PT Sri Indah Barelang (SIB).

Andi mempertanyakan secara lugas legalitas dan kelayakan teknis kegiatan cut and fill yang berlangsung di kawasan tersebut. Menanggapi hal itu, Arlas Buana menegaskan secara resmi bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah memiliki kelengkapan perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski menghargai kejelasan administrasi tersebut, Andi meminta BP Batam tidak berhenti sekadar pada kepatuhan surat izin, melainkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak nyata yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami menghormati penjelasan bahwa izinnya sudah lengkap. Namun kami memohon perhatian khusus Ibu Li Claudia Chandra dan Bapak Arlas Buana untuk meninjau ulang: apakah penimbunan kawasan mangrove ini benar-benar layak dilaksanakan, dan tidak mengorbankan fungsi lingkungan serta keselamatan warga di sekitarnya?” ujar Andi dengan tegas namun santun.

Ia menegaskan ekosistem bakau bukan sekadar lahan kosong, melainkan benteng alami penahan abrasi pantai, tempat hidup biota laut, serta penyeimbang iklim yang menjaga keamanan wilayah pesisir. “Setiap sentuhan pembangunan di sana harus menjamin kelestarian jangka panjang, bukan hanya keuntungan sesaat,” tegasnya.

Selain isu lingkungan, Andi juga menyampaikan keluhan warga yang makin menggejala terkait armada truk milik PT SIB. Banyak warga mengeluhkan kendaraan yang melaju berlebihan di jalan umum, membahayakan pejalan kaki dan pengendara lain, serta debu tebal yang beterbangan mengganggu pernapasan dan kebersihan lingkungan pemukiman.

“Kami minta perusahaan lebih peduli pada keselamatan nyawa warga. Jangan mengebut di jalan raya yang dilewati banyak orang. Lalu jalan yang dilalui armada wajib disiram secara rutin, agar debu tidak mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut,” tandas Andi.

Mendengar seluruh aspirasi tersebut, Li Claudia Chandra bersama Arlas Buana memberikan respons terbuka dan komitmen nyata. Keduanya sepakat akan segera memanggil pihak manajemen PT SIB untuk memberikan teguran keras sekaligus meminta perbaikan menyeluruh atas pola operasional di lapangan.

BP Batam berjanji akan memperketat pengawasan terhadap kelajuan kendaraan, mewajibkan pemenuhan standar keselamatan lalu lintas, serta mewajibkan penyiraman jalan secara berkala selama kegiatan berlangsung. Terkait kawasan mangrove, juga akan dilakukan pengecekan ulang kesesuaian pelaksanaan dengan izin dan rencana tata ruang.

Di akhir pertemuan, Andi menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan dan kesediaan Li Claudia Chandra beserta jajaran mendengar langsung suara masyarakat. “Dialog terbuka seperti inilah yang kami harapkan. Agar pembangunan berjalan cepat, namun tetap taat aturan, menjaga lingkungan, dan tidak melupakan kesejahteraan rakyat kecil,” pungkasnya.

Diharapkan pertemuan ini menjadi titik balik penyelesaian keluhan warga sekaligus memperkuat pondasi pembangunan Batam yang berkelanjutan, transparan, dan berpihak pada kepentingan bersama.

( Anto )