Batam.bahteramedianusantara.com. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam menerima kunjungan kerja istimewa dari rombongan Delegasi Lembaga Pemasyarakatan Malaysia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya mempererat hubungan persahabatan sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan serta pembinaan warga binaan antar kedua negara serumpun.
Kedatangan rombongan tamu dari Negeri Jiran ini disambut secara resmi dan penuh kehangatan oleh seluruh jajaran Pimpinan serta pejabat struktural Rutan Kelas IIA Batam. Dalam rangkaian kunjungan, delegasi diajak meninjau langsung berbagai fasilitas unggulan dan melihat pelaksanaan program pembinaan yang selama ini dijalankan.
Salah satu titik fokus kunjungan adalah di Ruang Pelayanan Kunjungan Keluarga. Di lokasi ini, delegasi menyaksikan secara langsung tata kelola pelayanan yang berprinsip pada nilai-nilai kemanusiaan, tertib, serta mengutamakan kenyamanan dan keamanan bagi warga binaan maupun keluarga yang berkunjung. Hal ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata Rutan Batam dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan menuju lokasi Rumah Kaca atau Kebun Percontohan, yang merupakan bagian dari Program Kemandirian dan Ketahanan Pangan. Delegasi tampak antusias melihat hasil budidaya tanaman yang dikelola dan dirawat langsung oleh warga binaan. Kegiatan ini dinilai memiliki nilai ganda, yakni sebagai sarana pelatihan keterampilan sekaligus upaya dukungan pemenuhan kebutuhan pangan lembaga.
Tidak hanya pada aspek keterampilan fisik, delegasi juga meninjau pelaksanaan pembinaan kerohanian yang digelar secara rutin. Pendekatan pembinaan yang tidak hanya menekankan aspek hukum dan kedisiplinan, namun juga menyentuh sisi keimanan serta pembentukan akhlak mulia ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak Malaysia.
Usai berkeliling meninjau lokasi, kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan pertukaran kenang-kenangan di Aula Serbaguna. Sebagai tanda persahabatan dan kekaguman, pihak Rutan Batam menyerahkan plakat serta cendera mata berupa miniatur kapal hasil karya seni warga binaan. Karya ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa di balik jeruji besi, warga binaan tetap memiliki potensi dan kreativitas yang patut dibanggakan.
Sementara itu, dari lokasi terpisah, Aktifis Sosial Kota Batam, Naning Herawati, turut menyambut baik semangat pertukaran pengalaman ini. Menurutnya, pembinaan narapidana sejatinya adalah upaya memanusiakan manusia agar kelak bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat.
“Langkah Rutan Batam membuka diri dan berbagi ilmu dengan lembaga tetangga merupakan terobosan yang sangat positif. Konsep pemasyarakatan bukan sekadar menahan, tetapi juga membangun kembali jati diri warga binaan agar memiliki keterampilan dan mental yang baik. Hal ini sejalan dengan semangat kemanusiaan yang harus terus dijaga,” ujar Naning.
Ia juga berharap melalui kolaborasi ini, kualitas pelayanan dan perlakuan terhadap warga binaan di Batam semakin membaik dan berkeadilan.
“Kami berharap pendekatan yang berbasis kasih sayang dan keterampilan ini terus ditingkatkan. Jangan biarkan warga binaan terbuang percuma, namun bimbinglah mereka agar kelak bisa pulang membawa harapan baru,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kesepahaman yang lebih baik serta pertukaran pengetahuan mengenai praktik-praktik terbaik di bidang pemasyarakatan. Sinergitas lintas negara ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan warga binaan demi terciptanya masyarakat yang tertib, aman, dan damai.
(Tim Red)















