Perayaan HUT ke-59 Kabupaten Sorong Berlangsung Meriah
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Kabupaten Sorong berlangsung dengan meriah di Hotel Aimas Hotel and Convention Center. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk merayakan pencapaian dan mengenang jasa para pendahulu dalam membangun daerah.
Upacara perayaan dimulai pada pukul 14.37 WIT, dengan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai memenuhi lapangan upacara. Para peserta tampak mengenakan pakaian batik Korpri berwarna biru, sementara para pimpinan perangkat daerah dan tamu undangan tampil dengan balutan jas formal. Area sekitar lokasi upacara juga dihiasi umbul-umbul serta papan ucapan selamat HUT dari berbagai instansi.
Suasana semakin ramai menjelang dimulainya upacara yang dijadwalkan pukul 15.00 WIT, menyusul kedatangan Bupati Sorong. Sejumlah kepala daerah dan pejabat turut hadir dalam perayaan tersebut, antara lain Bupati Maybrat Karel Murafer, Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak, Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim, serta Wakil Bupati Kabupaten Sorong Sutejo.
Bupati Sorong Johny Kamuru memimpin upacara tersebut dan memberikan pernyataan kepada para media saat doorstop. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-59 sebagai kesempatan untuk bersyukur sekaligus mengenang jasa para pendahulu yang telah membangun daerah.
“Karena hanya kemurahan Tuhan kita hari ini bisa bersama-sama merayakan ulang tahun ke-59 Kabupaten Sorong. Terima kasih juga kepada para pendahulu yang sudah bersusah payah membangun Kabupaten Sorong,” ujar Johny Kamuru.
Ia berharap seluruh masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif agar pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. Menurutnya, pembangunan Kabupaten Sorong ke depan harus dilakukan dengan melihat kemampuan dan sumber daya yang tersedia, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tantangan akibat kebijakan pemotongan anggaran.
“Pemotongan ini luar biasa. Padahal ekonomi daerah dan masyarakat sangat bergantung kepada APBD. Kalau APBD tidak bergerak, tentu aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terdampak,” katanya.
Meski demikian, Johny Kamuru menegaskan pemerintah daerah tetap akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya melihat kembali sejarah panjang Sorong, termasuk sejarah Kota Sorong yang menurutnya memiliki perjalanan lebih lama dari usia administrasi pemerintahan saat ini. Ia menyebut, ada catatan sejarah yang perlu dikaji kembali agar tidak hilang dan tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat Sorong.
“Sejarah ini jangan sampai terlupakan. Ada tanggung jawab bersama untuk melihat kembali sejarah Kota Sorong yang sebenarnya sudah jauh lebih lama,” katanya.
Tantangan Fiskal dan Komitmen Pemerintah Daerah
Dalam pernyataannya, Bupati Johny Kamuru menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan meskipun menghadapi tantangan fiskal. Ia menekankan bahwa pengelolaan anggaran harus dilakukan secara efisien dan transparan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Beberapa langkah strategis telah diambil oleh pemerintah daerah untuk menghadapi kondisi fiskal yang kurang ideal. Salah satunya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan pembangunan. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan dapat tercipta sistem pemerintahan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah juga sedang memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan organisasi masyarakat, untuk mencari solusi inovatif dalam membiayai proyek-proyek pembangunan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua program pemerintah tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Pentingnya Memelihara Identitas Budaya
Bupati Sorong juga menekankan pentingnya memelihara identitas budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk lebih memahami dan melestarikan nilai-nilai tradisional yang telah menjadi ciri khas wilayah ini.
Ia menyatakan bahwa sejarah dan budaya adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan diri dan solidaritas sosial. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya dan edukasi yang bertujuan untuk menjaga warisan leluhur.



