banner 728x250

Apakah Minum Kopi Saset Harian Bahaya untuk Ginjal? Ini Penjelasan Dokter

banner 120x600

Kebiasaan Minum Kopi Saset Setiap Hari dan Dampaknya pada Ginjal

Banyak warganet di media sosial X sedang membahas mengenai efek minum kopi saset setiap hari terhadap fungsi ginjal. Topik ini mulai viral setelah akun @t**l membagikan kekhawatirannya tentang kemungkinan gagal ginjal akibat kebiasaan tersebut.

“Kalau sender suka minum kopi sachetan sehari satu kali gapapa kan ya? Soalnya sender agak takut kena gagal ginjal?” tulisnya pada Rabu (22/10/2025).

Unggahan ini mendapat respons beragam dari warganet. Sebagian menilai bahwa kebiasaan ini berbahaya, sementara yang lain mengatakan bahwa tidak ada efek negatif sama sekali berdasarkan pengalaman pribadi mereka.

Seorang pengguna @h*a berkomentar: “Bapak gua 50thn+ ngopi bisa sehari 3x bahkan jarang minum air putih, ngerokok mulu ini kapan ya efeknya? Ga pernah sakit juga orangnya.” Sementara itu, akun @h*e menyampaikan pandangan lain: “Setauku ga bagus… kopi saset tinggi gula, knp ga buat sendiri aja? susu kotakan kecil kan murah ya nnti tinggal beli kopi itemnya, sebetulnya hitungan duitnya sama aja.”

Lantas, apakah benar minum kopi saset setiap hari dapat menyebabkan gagal ginjal?

Jenis Gagal Ginjal dan Faktor Pemicunya

Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, gagal ginjal memiliki dua jenis utama, yaitu gagal ginjal akut dan kronis.

“Gagal ginjal akut kerap disebabkan oleh jenis obat tertentu, dehidrasi berat, obstruksi saluran kemih misalnya batu ginjal, dan diabetes yang tidak ditangani dengan baik,” jelas dr. Santi saat dihubungi pada Sabtu (25/10/2025).

Sementara itu, gagal ginjal kronis paling sering disebabkan oleh diabetes dan hipertensi. Dr. Santi menjelaskan bahwa efek kebiasaan minum kopi saset rutin pada ginjal tergantung pada beberapa faktor seperti jenis kopi, kondisi kesehatan secara umum, gaya hidup, dan pola makan.

Kandungan dalam Kopi Saset

Lebih lanjut, dr. Santi menjelaskan bahwa kopi saset biasanya mengandung gula aren, gula pasir, atau gula jawa. Selain itu, satu kemasan kopi ini juga umumnya mengandung krimer nabati, kopi berkafein, dan bahan adiktif lainnya, termasuk perasa, pengawet, dan antipenggumpal.

“Setiap kandungan tersebut membawa risiko jika dikonsumsi secara tidak bertanggungjawab,” tegas dr. Santi.

Pertama, konsumsi gula berlebihan berpotensi memicu kegemukan, resistensi insulin, dan diabetes. Dan diabetes merupakan salah satu penyebab paling sering terjadinya gagal ginjal kronis.

Kedua, krimer nabati yang dikonsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Hal ini akan memicu terbentuknya plak dalam pembuluh darah. Jika plak terbentuk dalam pembuluh darah yang mengurus ginjal, maka akan terjadi gagal ginjal.

Selain itu, beberapa krimer nabati juga mengandung fosfat dan natrium tersembunyi yang akan memperberat kerja ginjal.

Efek Kafein pada Tubuh

Ketiga, dr. Santi menjelaskan bahwa kafein menimbulkan efek yang berbeda-beda pada setiap orang tergantung pada sensitivitas dan keteraturan minum kopi.

“Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Pada orang yang tidak terbiasa minum kopi, efek ini akan lebih terasa,” kata dia.

Batas Aman Minum Kopi

Dr. Santi juga menjelaskan cara cek apakah seseorang sensitif terhadap kafein atau tidak. “Ukur tekanan darah, lalu minum secangkir kopi. Setelah 30-120 menit, ukur lagi tekanan darah. Dikatakan sensitif jika terjadi kenaikan tekanan darah sebanyak 5 – 10 poin.”

Ia menambahkan, kafein berpotensi menimbulkan dehidrasi, tergantung pada asupan total cairan. Jika dehidrasi hanya taraf ringan, tubuh akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan tekanan darah. Namun, jika dehidrasi berat, tekanan darah malahan akan turun karena kekurangan darah akibat komponen cairan dalam turun drastis. Ini memicu gagal ginjal akut.

Lebih lanjut, dr. Santi menyarankan agar konsumsi kopi dalam sehari tidak melebihi 400 mg kafein atau kurang lebih 2-4 cangkir kopi.