Gempa Bumi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi di wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin pagi (15/6/2026). Gempa yang terjadi pada pukul 05:31:26 WIB atau sekitar 06:31:26 WITA ini memiliki kekuatan magnitudo 3,1.
Informasi Detail Gempa
- Garis Lintang: 4.94 Lintang Utara (LU)
- Garis Bujur: 125.54 Bujur Timur (BT)
- Jarak: Berjarak sekitar 147 kilometer arah Timur Laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
- Kedalaman: Berpusat di kedalaman 31 kilometer.
Dengan jarak dan kedalaman pusat gempa yang cukup jauh dari Tahuna, umumnya getaran gempa tidak akan terasa sama sekali atau hanya terasa sangat lemah oleh sebagian kecil orang dalam kondisi tenang. Energi getaran dari pusat gempa sudah mengalami pelemahan (atenuasi) yang sangat besar sebelum mencapai jarak sejauh itu.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan. “Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” terang BMKG.
Lokasi dan Akses Kepulauan Sangihe
Kepulauan Sangihe adalah kepulauan yang masuk gugusan Kepulauan Nusa Utara di Provinsi Sulawesi Utara. Berjarak sekitar 244 hingga 316 kilometer, atau sekitar 132 hingga 171 mil laut dari Manado, Ibu Kota Provinsi. Untuk ke Sangihe dan sebaliknya, biasanya masyarakat menggunakan moda transportasi laut dengan waktu tempuh sekitar 17 jam perjalanan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Gempa
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif. Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia. Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali. BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Getaran Gempa
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa gempa yang terdeteksi oleh alat tetapi tidak terasa oleh penduduk setempat.
Pentingnya Pemantauan Gempa
BMKG terus melakukan pemantauan dan perekaman gempa secara real-time untuk memberikan informasi yang akurat dan cepat kepada masyarakat. Dengan teknologi modern yang dimiliki, BMKG mampu memberikan data yang relevan dan membantu dalam mitigasi risiko bencana.






