banner 728x250
Batam  

Bergerak Cepat Usai Dapat Kabar Baik, Pedagang Tanjung Uncang Langsung Sambangi Kantor Kelurahan

banner 120x600

Sampaikan Hasil Pertemuan dengan Li Claudia, Minta Dukungan Penataan dan Pengangkutan Sampah

BATAM – Tak butuh waktu lama untuk bertindak. Hanya beberapa jam usai menerima kepastian dari Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, para pedagang korban penertiban di kawasan depan PT Wasco, Tanjung Uncang, langsung bergerak cepat. Sekitar pukul 11.30 WIB pada hari yang sama, Kamis 30 April 2026, rombongan mereka mendatangi kantor kelurahan setempat untuk menyampaikan secara rinci hasil dialog yang telah berlangsung.

Kedatangan rombongan yang dikomandoi langsung oleh Andi selaku koordinator sekaligus Ketua LSM Bahtera DPP Kepri disambut baik oleh Sekretaris Lurah setempat. Dalam ruang pertemuan yang berlangsung kondusif, mereka menyampaikan seluruh poin kesepakatan yang telah dicapai, termasuk kepastian bahwa mereka diizinkan kembali berjualan dengan skema penataan yang lebih rapi dan teratur.

Para pedagang menyampaikan harapan agar pihak kelurahan dapat menjadi jembatan penghubung sekaligus pengawal, sehingga janji-janji yang telah disampaikan oleh pimpinan daerah benar-benar ditindaklanjuti secara nyata di lapangan.

“Kami hanya ingin kepastian hukum dan rasa aman, agar bisa kembali berjualan dengan tenang tanpa lagi dihantui kekhawatiran akan penertiban mendadak,” ujar salah satu perwakilan pedagang.

Minta Fasilitas Penunjang Usaha

Dalam pertemuan tersebut, Andi menegaskan bahwa keberhasilan penataan tak hanya bergantung pada kesediaan pedagang mematuhi aturan, tapi juga butuh dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah soal pengelolaan kebersihan.

Ia meminta kelurahan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar disediakan layanan pengangkutan sampah secara rutin di lokasi berjualan nantinya. Menurutnya, hal ini sangat krusial agar kawasan tersebut tidak berkesan kumuh dan menjadi bukti keseriusan pedagang menjaga lingkungan.

“Kami sudah bertekad kuat untuk menjaga kebersihan dan siap diatur sedemikian rupa. Tapi kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh dukungan, terutama soal pengambilan sampah yang harus dilakukan secara terjadwal. Kalau ini terpenuhi, saya yakin lokasi kami nanti bisa menjadi contoh kawasan usaha yang tertib dan bersih,” tegas Andi.

Siap Patuh, Asalkan Ada Kejelasan

Sementara itu, Arjono Nenggolan yang sebelumnya memuji langkah Li Claudia dengan pujian yang membara, kembali menyampaikan aspirasi mewakili rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa mereka tidak menolak penertiban, selama dilakukan dengan cara yang manusiawi dan memberikan solusi.

“Kami ini cuma rakyat kecil yang hanya ingin mencari makan untuk keluarga. Kami tidak pernah menolak aturan, yang kami tolak adalah tindakan sewenang-wenang tanpa jalan keluar. Sekarang kami sudah diberi ruang, maka kami pun siap mengikuti segala peraturan yang ada, siap ditata serapi mungkin. Yang kami minta hanya satu: jangan biarkan kami lagi terombang-ambing tanpa arah,” ujar Arjono dengan nada penuh harap.

Ia menambahkan, kepastian yang diberikan Bu Li telah membuka kembali pintu rezeki mereka, dan kini mereka berharap seluruh jajaran pemerintahan di tingkat bawah dapat mendukung kebijakan tersebut agar benar-benar terwujud.

Pihak Kelurahan Siap Jadi Jembatan

Menanggapi seluruh aspirasi yang disampaikan, Sekretaris Lurah menyatakan kesiapan penuh untuk menindaklanjuti semua poin yang telah dibahas. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, termasuk DLH, untuk mencari solusi terbaik.

“Kami menerima dan mencatat semua keinginan Bapak-Ibu. Apa yang menjadi kesepakatan di tingkat atas akan kami jadikan pedoman. Kami akan sampaikan dan koordinasikan semua ini, termasuk urusan pengangkutan sampah yang sudah disampaikan. Kami di sini siap menjadi jembatan agar komunikasi berjalan lancar dan solusi benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ia juga berharap kerja sama yang baik ini dapat menciptakan kondisi yang saling menguntungkan. “Kami inginnya sama, pedagang bisa berjualan dengan nyaman, lingkungan tetap terjaga kebersihan dan ketertibannya,” tambahnya.

Langkah cepat yang diambil para pedagang ini menjadi bukti keseriusan mereka dalam memulai lembaran baru. Setelah melewati masa-masa sulit, kini mereka mulai melangkah pasti mewujudkan harapan untuk kembali berusaha dengan layak dan tenang.

( Tim Red)