Batam, Rabu (15/7/2026) – Semangat untuk mengakhiri rantai penularan penyakit tuberkulosis semakin berkobar di Bumi Kepri. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, melontarkan tekad kuat saat memimpin gelaran Deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis yang diselenggarakan bagi wilayah Tanjung Buntung dan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata untuk membangun benteng pertahanan kesehatan mulai dari lingkungan terdekat masyarakat .
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Erlita menegaskan bahwa tuberkulosis hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan yang serius, mengingat Indonesia masih masuk dalam deretan negara dengan beban kasus tertinggi di dunia . Oleh karena itu, gerakan Kelurahan Siaga TB digagas sebagai langkah strategis yang menyentuh langsung ke akar rumput, guna menumbuhkan kesadaran luas sekaligus memperluas jangkauan upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini di tingkat komunitas .
“Penyakit ini tidak bisa kita selesaikan sendirian. Tuberkulosis adalah urusan kita semua, dan kemenangan atas penyakit ini pun akan menjadi milik kita bersama,” ujar Erlita dengan nada yang membakar semangat.
Ia pun memancarkan keyakinan penuh bahwa cita-cita luhur mewujudkan Indonesia bebas tuberkulosis pada tahun 2030 kelak pasti tercapai, asalkan kita mampu menganyam kolaborasi yang kokoh dan menjaga komitmen berkelanjutan tanpa putus semangat .
“Ini adalah tanggung jawab suci yang kita pikul bersama. Jika pemerintah bekerja sekuat tenaga, tenaga kesehatan berbakti sepenuh hati, kader PKK bergerak turun ke lapangan, dan masyarakat ikut peduli serta berpartisipasi aktif, maka saya yakin target eliminasi tuberkulosis itu bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang akan kita raih,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin .
Pada momen bersejarah itu, Erlita juga mengajak seluruh masyarakat untuk membuka mata dan telinga, serta lebih peka mengenali tanda bahaya penyakit ini. Ia mengingatkan agar tidak menganggap remeh gejala yang muncul, seperti batuk yang berlangsung dua minggu atau lebih, penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas, demam berulang, hingga keringat dingin yang keluar pada malam hari padahal udara terasa sejuk .
“Jangan tunggu sampai terlambat. Siapa pun yang merasakan tanda-tanda tersebut, jangan malu dan jangan takut. Segeralah datang ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan itu penting, penanganan dini adalah kunci kesembuhan, dan pengobatan yang tuntas adalah kunci memutus mata rantai penularan,” pesannya dengan nada mengingatkan yang tulus namun tegas .
Lebih jauh, Erlita menekankan bahwa penyakit tuberkulosis bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi. Justru ketidaktahuan dan ketakutanlah yang sering membuat penyakit ini semakin menyebar. Melalui Kelurahan Siaga TB, kita juga bergerak untuk menghapus stigma negatif, sehingga sesama warga saling menguatkan, bukan saling menjauhi.
Melalui deklarasi yang digelorakan ini, TP-PKK Kota Batam menaruh harapan besar agar kesadaran masyarakat semakin mekar: paham cara mencegah, sigap melakukan deteksi dini, dan setia mendampingi pengobatan hingga tuntas. Semangat ini diharapkan mengalir dari rumah ke rumah, dari kelurahan ke kelurahan, hingga akhirnya seluruh Kota Batam bertransformasi menjadi wilayah yang tangguh melawan TB, dan bersama-sama melangkah membawa Indonesia menuju masa depan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit ini .
Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa dengan semangat kebersamaan yang menyala-nyala, tidak ada tantangan kesehatan yang terlalu besar untuk dikalahkan.
( SajaR )















