banner 728x250
Batam  

Lomba Stand Up Comedy Hari Bhayangkara ke-80: Wadah Kreativitas dan Jembatan Aspirasi Polri Bersama Masyarakat

banner 120x600

Batam, Selasa 30 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Wakapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., secara resmi membuka Lomba Stand Up Comedy di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Senin (29/06/2026). Kegiatan ini menjadi wujud pendekatan yang lebih dekat dan manusiawi antara Polri dengan seluruh lapisan masyarakat.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. Turut hadir Irwasda Polda Kepri, para Pejabat Utama, dewan juri dari Komunitas Stand Up Indo Batam, serta peserta yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai Ketua Pelaksana, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang ekspresi yang positif. Lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membangun komunikasi yang santai namun bermakna.

Sebanyak 20 peserta mengikuti ajang ini, berasal dari Kota Batam, Kabupaten Bintan, Karimun, dan Kota Tanjungpinang. Keikutsertaan mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan yang mendukung pengembangan bakat generasi muda.

Tujuan utama diselenggarakannya lomba ini adalah menyalurkan kreativitas, melatih kemampuan berkomunikasi, serta mempererat hubungan sinergis antara Polri dan masyarakat. Pendekatan yang ramah dan terbuka menjadi kunci utama dalam menjalin kepercayaan bersama.

Dalam sambutannya, Wakapolda Kepri menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk melalui jalur seni dan budaya. Ia melihat stand up comedy sebagai media yang efektif untuk menyampaikan pesan dengan cara yang mudah diterima.

“Kegiatan ini mengajarkan kita bahwa komunikasi yang baik tidak harus kaku. Lewat tawa dan cerita, kita bisa saling memahami, menyampaikan harapan, serta menerima masukan untuk kemajuan bersama,” ujarnya dengan nada yang hangat dan penuh pengertian.

Lebih lanjut, Wakapolda menegaskan keterbukaan Polda Kepri terhadap segala bentuk kritik dan saran yang membangun. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian ke depannya.

Ia berharap ajang ini dapat melahirkan talenta-talenta baru yang mampu menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Jika mendapat sambutan yang baik, kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin tahunan.

Selama berlangsungnya lomba, seluruh peserta tampil dengan percaya diri dan sportif. Materi yang disampaikan mengangkat berbagai aspek kehidupan, termasuk harapan terhadap lingkungan dan pelayanan publik, tanpa melanggar norma kesopanan.

Setelah melalui penilaian yang objektif dan adil oleh dewan juri, diumumkanlah para pemenang. Rio meraih Juara I, Bean menjadi Juara II, Raul menempati posisi Juara III, dan Deon dinobatkan sebagai Juara Favorit.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan masing-masing sebesar Rp4.000.000, Rp3.000.000, Rp2.000.000, dan Rp1.000.000. Penghargaan ini diberikan sebagai dukungan untuk terus mengembangkan bakat mereka.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman, dan penuh keakraban. Suasana yang tercipta mencerminkan hubungan harmonis yang ingin terus dibangun antara Polri dan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Kabid Humas mengimbau masyarakat untuk tetap aktif menjaga keamanan lingkungan. Bagi yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian, dapat menghubungi Layanan Polisi 110 yang tersedia 24 jam secara gratis dan mudah diakses.

Melalui kegiatan ini, Polda Kepri ingin menunjukkan wajah kepolisian yang profesional namun tetap manusiawi, hadir mendengar, dan siap melayani dengan sepenuh hati demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Kepulauan Riau.

( Tim Red )