Batam, 24 Juni 2026 – Penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 di Kota Batam kini diatur lewat sistem berbasis daring. Platform ini memuat lengkap informasi lokasi, jumlah pengunjung, hingga dokumentasi kegiatan sampai laga final yang dijadwalkan berlangsung 20 Juli 2026 dini hari.
Langkah ini menjadi upaya pengawasan dan keterbukaan informasi. Setiap penyelenggara wajib mengikuti ketentuan yang berlaku agar kegiatan berjalan aman dan sah secara hukum.
Yusfa menegaskan aturan terkait penggunaan atribut dan materi publikasi. Semua harus disesuaikan dengan ketentuan pemegang hak siar resmi di Indonesia.
“Kami akan menyiapkan banner dan spanduk standar untuk dipasang di titik‑titik nobar,” ujarnya. Hal ini menjaga keseragaman sekaligus mencegah pelanggaran hak cipta.
Selain itu, seluruh penyelenggara diwajibkan mengisi data lengkap melalui tautan daring yang telah disediakan. Pendataan ini menjadi dasar pemantauan efektivitas kegiatan.
Sementara itu, Pengamat Sepak Bola Kepri, Chris Triwinasis, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hak siar. Saat ini, TVRI adalah pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.
Menurut data yang dimilikinya, saat ini sudah tercatat sekitar 110 titik nobar berlisensi yang beroperasi di wilayah Kota Batam.
Keberadaan titik‑titik tersebut dinilai sangat strategis. Nobar di ruang publik menjadi sarana masyarakat menikmati pertandingan secara bersama‑sama.
“Pelaksanaan nobar di ruang publik perlu terus didorong agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama,” tegas Chris. Semangat kebersamaan menjadi nilai tambah kegiatan ini.
Namun, ada batasan tegas dalam materi promosi. Penyelenggara hanya boleh menggunakan tulisan “Nonton Bareng” saja pada spanduk atau pengumuman.
Dilarang keras mencantumkan logo resmi FIFA World Cup, gambar maskot, maupun ilustrasi trofi kejuaraan. Hal ini demi menghormati ketentuan hak kekayaan intelektual.
Pemantauan kepatuhan akan terus dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan merek dagang. Kesadaran hukum penyelenggara menjadi kunci utama.
Melalui kegiatan nobar yang teratur, Pemerintah Kota Batam menargetkan terbentuknya ruang publik yang aman dan produktif. Suasana kebersamaan menjadi ciri khas penyelenggaraan di sini.
Selain sisi sosial, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi. Kehadiran penonton diharapkan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM lokal.
Secara keseluruhan, nobar Piala Dunia 2026 menjadi pendorong perputaran ekonomi di Batam. Olahraga dan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan.
( Tim Red )















